wanita

Tragedi wanita Inggris berusia 24 tahun meninggal dunia setelah mengalami kejang saat snorkeling di pantai terkenal Indonesia

Seorang wanita Inggris meninggal secara tragis setelah mengalami kejang saat bersnorkel di tempat menyelam populer di Indonesia .

Pria berusia 24 tahun itu dilaporkan mengalami tanda-tanda kesulitan saat berenang di Laut Semangko dekat Pantai Pink yang terkenal di Lombok Timur pada tanggal 30 Juli.

Wanita muda itu menyelam bersama orang lain, keduanya menyelam sekitar 50 kaki di bawah permukaan air. 

Juru bicara kepolisian mengatakan kapten kapal segera menuju Dermaga Telong-Elong, tempat ambulans menunggu untuk membawa perempuan tersebut ke Puskesmas Jerowaru. Namun, perempuan itu meninggal kurang dari satu jam kemudian, sekitar tengah hari.

Pihak berwenang mengatakan mereka sedang menginterogasi kru dan wisatawan yang hadir di lokasi kejadian.

Jenazah warga Inggris tersebut kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan post-mortem. Pihak berwenang belum mengklarifikasi penyebab pasti kematiannya.

Pada bulan September tahun lalu, turis Tiongkok Zhou Wei Gang, 61, meninggal setelah berenang di Pantai Pink.

Wisatawan tersebut menikmati air yang sejuk saat ia menyelam hingga kedalaman 24 meter selama sekitar 33 menit sebelum akhirnya muncul kembali. Namun, saat dalam perjalanan pulang dengan perahu, ia tiba-tiba mengeluh merasa lemas dan pusing. Ia kemudian muntah-muntah sebelum akhirnya pingsan.

Saat tiba di daratan, tim medis mendapati ia tidak lagi memiliki denyut nadi.

Pantai Pink di Lombok Timur, Indonesia, terkenal dengan pasir merah mudanya yang langka, terbentuk dari campuran pasir putih dan pecahan karang merah. Kawasan ini juga memiliki terumbu karang yang indah dan kehidupan laut yang beragam, menjadikannya tempat yang populer bagi para penyelam.

Daily Mail telah menghubungi Kantor Luar Negeri Inggris untuk memberikan komentar.  

Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

alam Previous post ‘Hubungkan kembali dеngаn dіrі sendiri dan alam’: уоgа dan реmаndаngаn аlаm murnі di Mоntеnеgrо
italia Next post Longsoran batu memicu evakuasi dari jalur pendakian populer di Dolomit, Italia