erupsi

Wisatawan yang bepergian di Indonesia diberikan informasi terbaru yang mendesak karena Gunung Semeru di Jawa Timur meletus dua kali dalam 24 jam terakhir.

Gunung Semeru kini berstatus waspada tertinggi setelah meletuskan gumpalan besar abu vulkanik setinggi 8,5 km ke udara. 

Kepada wartawan, Kamis, 20 November, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, membenarkan bahwa aktivitas kegempaan Gunung Semeru tercatat sebanyak 32 kali gempa guguran dengan amplitudo 3–16 mm dan durasi gempa 69–108 detik.

Gunung Semeru adalah puncak tertinggi di Pulau Jawa, dan selama periode pengamatan 6 jam antara pukul 12 malam dan 6 pagi pada hari Kamis, tercatat 32 gempa longsor.

Telah terkonfirmasi pula bahwa, selain gempa guguran, Gunung Semeru juga mengalami 25 kali gempa erupsi dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 71–141 detik. Yuliandi menjelaskan, “Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan, dengan angin bertiup ringan ke arah utara, tenggara, dan selatan.”

Yulandi menyimpulkan, “Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 20 kilometer dari puncak.”

Tim penyelamat telah berhasil mengevakuasi 187 pendaki dan tim pendakian dari jalur pendakian Gunung Semeru setelah letusan dimulai. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan Badan SAR Nasional (Basarnas) telah memastikan bahwa semua pendaki selamat. 

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha kepada wartawan mengatakan, saat ini para pendaki sedang dalam perjalanan menuju Ranupani.

Semua orang selamat karena Ranu Kumbolo berada di sisi utara dan material letusan bergerak ke arah tenggara.” Ia menambahkan, “Kami telah mengonfirmasi bahwa para pendaki akan turun ke Pos Pendakian Ranupani hari ini. Cuaca cukup cerah, dan semoga proses evakuasi berjalan lancar.”

Sementara para pendaki telah dievakuasi dengan selamat dari gunung berapi tersebut, penduduk setempat juga harus dievakuasi dari rumah mereka.

Ali Murtopo, warga Desa Sumber Sari, mengatakan kepada wartawan, “Letusan awan panas Gunung Semeru membuat warga desa-desa terdekat Gunung Semeru berhamburan mencari tempat aman, dan kami menginstruksikan mereka untuk menghentikan aktivitas penambangan pasir. Bahkan warga yang tinggal di kompleks perumahan pemerintah yang terdampak letusan tahun lalu pun panik.”

Menanggapi letusan tersebut, General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah mengonfirmasi bahwa tidak ada layanan penerbangan yang terpengaruh dan penjadwalan penerbangan normal tetap berjalan.

Dalam keterangan tertulisnya, Ahmad Syaugi Shahab menjelaskan, “Operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai berjalan normal.” Ia menambahkan, “Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk tiba di bandara lebih awal dan memeriksa jadwal penerbangan secara berkala dengan pihak maskapai.”

Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik dan merupakan rumah bagi beberapa gunung berapi paling aktif di dunia.

Meskipun letusan Gunung Semeru minggu ini tidak memengaruhi perjalanan di Bali, namun bisa saja ceritanya menjadi sangat berbeda.

Aktivitas gunung berapi di Indonesia minggu ini menjadi pengingat tepat waktu bagi wisatawan untuk memeriksa cakupan apa yang diberikan oleh polis asuransi perjalanan mereka jika terjadi letusan gunung berapi atau bencana alam. 

Selama setahun terakhir, Gunung Lewotobi Laki Laki di Kepulauan Flores telah meletus secara berkala, dan karena lokasinya serta arah angin yang memengaruhi penyebaran awan abu, puluhan penerbangan menuju dan dari Bali telah terpengaruh.

Pada hari Senin, 7 Juli 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mengonfirmasi bahwa gunung berapi tersebut memuntahkan awan campuran abu, lava, dan gas sejauh 19 km ke udara, yang mengakibatkan terjadinya longsoran dan aliran lava sejauh 5 km ke bawah gunung berapi tersebut. 

Wisatawan yang bepergian dengan pesawat ke Indonesia, atau bepergian di dalam negeri dengan penerbangan di dalam negeri, selalu diingatkan untuk melakukan check-in dengan maskapai penerbangan mereka sebelum bepergian dan untuk mengawasi perkembangan terbaru mengenai aktivitas gunung berapi dan bencana alam di seluruh negeri selama perjalanan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *