sumatra

Pemerintah Indonesia memperkuat langkah-langkah tanggap bencana, termasuk mempercepat pengiriman bantuan ke Aceh Tamiang, Aceh, yang dilanda banjir setelah sebelumnya terputus, kata seorang menteri.

Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah di Sumatera yang terdampak banjir parah baru-baru ini, yang telah berdampak pada setidaknya 310.000 penduduk di kabupaten tersebut.

“Beberapa lokasi masih sulit diakses, tetapi saya menerima laporan tadi malam bahwa akses jalur darat Tamiang sekarang setidaknya dapat dilalui oleh kendaraan roda empat,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Rabu.

Ia mengatakan akses yang dipulihkan, setelah beberapa hari terisolasi, memungkinkan percepatan penyaluran bantuan logistik.

Menteri menekankan bahwa pemerintah terus memprioritaskan semua wilayah terdampak banjir, terutama yang masih sulit dijangkau. “Kami terus berkoordinasi dengan Kepala BNPB, dan Kementerian Sosial menyediakan bantuan logistik dan tempat penampungan,” ujarnya.

Sejak Rabu pagi, Kementerian Sosial telah mengirimkan makanan siap saji, pakaian, obat-obatan, tenda, kasur, dan beras melalui jalur darat ke wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi.

Pada saat yang sama, BNPB menggunakan helikopter untuk mengirimkan bantuan ke lokasi-lokasi yang masih sulit diakses melalui jalan darat.

Yusuf menambahkan bahwa upaya tanggap bencana sedang dilakukan secara terpadu dengan TNI, Polri, dan instansi lain yang mengerahkan personel dan logistik.

Ia juga berkoordinasi dengan Bupati Aceh Tamiang untuk menilai kebutuhan di lapangan. “Masih ada beberapa kekurangan, tetapi Insya Allah, dengan kerja sama ini, kebutuhan masyarakat akan terpenuhi secara bertahap,” ujarnya.

Banjir dan tanah longsor baru-baru ini melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setelah hujan deras.

Hingga 3 Desember, BNPB melaporkan bahwa bencana tersebut telah menewaskan 753 orang di ketiga provinsi tersebut, sementara 650 lainnya masih hilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *