Jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor baru-baru ini di tiga provinsi di Pulau Sumatra, Indonesia, telah meningkat menjadi 712, dengan 507 orang masih hilang, kata Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa.
Badan tersebut melaporkan bahwa bencana telah menyebabkan sekitar 1,1 juta orang mengungsi di provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Tim penyelamat kesulitan menjangkau beberapa desa di Pulau Sumatra karena banjir menyapu jalan dan menghancurkan jembatan. Meskipun helikopter dan kapal telah dikerahkan, pemerintah setempat mengatakan kondisi cuaca yang memburuk dan infrastruktur yang rusak terus menghambat upaya tanggap darurat.
Pada saat yang sama, upaya pemulihan layanan telekomunikasi juga terus dipercepat. Kementerian Komunikasi dan Digital melaporkan bahwa lebih dari 90 persen menara transmisi di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah kembali beroperasi.
Kementerian juga mempercepat upaya pemulihan jaringan telekomunikasi, memastikan warga dapat terhubung kembali dan mengakses informasi penting.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengatakan pada hari Senin bahwa upaya penyelamatan dan bantuan pemerintah sedang dilakukan dengan kekuatan penuh.
Ia menekankan bahwa Indonesia harus menanggapi perubahan iklim secara efektif, seraya menambahkan bahwa pemerintah daerah harus memainkan peran yang lebih besar dalam perlindungan lingkungan dan dalam mempersiapkan diri menghadapi peristiwa cuaca ekstrem di masa mendatang
