Tiga pria bernama Virgo (28), Charles (22) dan Kaibu (58) dilaporkan tewas akibat tenggelam saat berenang di wilayah pantai Kota Jayapura, Papua. Insiden tersebut terjadi di dua lokasi berbeda dalam kurun waktu dua hari terakhir.
“Dalam dua hari ini terdapat dua kejadian laka laut di wilayah Kota Jayapura yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia,” kata Kapolresta Jayapura Kota Kombes Fredrickus WA Maclarimboen dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).
Kejadian pertama terjadi di Pantai Base G, Kelurahan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara pada Rabu (18/2). Peristiwa tersebut menewaskan dua pria bernama Virgo dan Charles yang merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jayapura.
Fredrickus menjelaskan, kejadian bermula saat keduanya berenang dan terseret arus hingga tenggelam. Tim SAR kemudian menemukan Charles pada Rabu (18/2) sore, lalu disusul Virgo baru ditemukan keesokan harinya, Kamis (19/2) sekitar pukul 15.10 WIT.
Sementara kejadian kedua terjadi di Pantai Holtekamp kilometer 11, Distrik Abepura pada Kamis (19/2). Peristiwa tersebut menewaskan seorang pria bernama Kaibu yang terseret ombak dan tenggelam.
Kaibu tenggelam saat berusaha menyelamatkan seorang anak yang lebih dulu terbawa arus. Kaibu berhasil dievakuasi ke RS TNI Angkatan Laut dr. Soedibjo Sardadi Jayapura, namun nahas ia meninggal dunia dalam perjalanan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban,” ucap Fredrickus.
Menurutnya, insiden tiga orang meninggal itu turut diakibatkan oleh kondisi gelombang yang cukup tinggi dan kuat. Dia mewanti-wanti masyarakat untuk memperhatikan arus ombak sebelum berenang.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar saat berwisata di pantai agar memperhatikan ombak tinggi, arus kuat, maupun cuaca yang tidak bersahabat. Jangan memaksakan diri dan selalu utamakan keselamatan,” tegasnya.
Fredrickus juga meminta masyarakat memantau kondisi cuaca dan gelombang sebelum berenang, serta tidak berenang sendirian atau tetap dalam pengawasan. Warga diminta melapor dan mencari bantuan jika melihat orang yang terseret arus atau tanda-tanda bahaya lainnya.
Dia menegaskan, pihaknya berkomitmen mencegah kejadian serupa dengan melakukan upaya preventif seperti patroli intensif di kawasan perairan dan pantai. Aparat juga akan memasang papan peringatan kepada pengunjung, khususnya di titik-titik rawan.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama. Rekreasi adalah untuk kebahagiaan, bukan untuk mempertaruhkan nyawa. Mari kita lebih bijak dan waspada saat beraktivitas di wilayah perairan,” jelasnya.